Parceiros

Estatisticas do Site

PUBLICIDADE

Super Ofertas

Powered by Blogger.

Pedidos

    Daud Yordan menyebut kritik adalah sebuah bentuk apresiasi. Ketimbang marah atau sebal menghadapi kritik, dia memilih untuk menerima, lalu kemudian menjawabnya lewat hasil di atas ring.

    Salah satu kritik yang kerap datang untuk petinju asal Kalimantan Barat itu adalah masalah ketahanan fisik. Kritik ini kian membumbung ketika dia kalah dari Simpiwe Vetyeka bulan April silam.

    Ketika itu, pada pertarungan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Daud unggul setidaknya hingga lima ronde awal. Namun setelahnya dia terlihat kehabisan stamina dan tak mampu meladeni Vetreyka.

    Meski mampu bertahan hingga ronde terakhir, wasit akhirnya menghentikan pertarungan di ronde pamungkas. Wasit mengambil tindakan tersebut setelah Daud tak mampu membalas serangkaian pukulan yang dilepaskan petinju asal Afrika Selatan itu.

    "Saya kira, itu sah-sah saja. Orang memberikan kritik artinya mereka berkeinginan supaya saya lebih meningkat lagi," ujarnya ketika ditemui detikSport dan wartawan lainnya di Harry's Gym, Perth, Australia, Rabu (3/7/2013).

    "Saya akan menanggapi dengan positif saja. Ya, saya upaya. Ya, saya dan tim bakal melakukan untuk meningkatkan kemampuan saya. Kalau kritik bilang masih kurang, saya bakal berusaha meningkatkan.

    "Kalau soal kondisi, saya jelas lebih tahu. Tapi, saya berterimakasih lah pada mereka yang sudah memberikan apresiasi lewat kritik," tambah petinju berusia 26 tahun itu.

    Daud direncanakan akan naik ring akhir pekan ini, Sabtu (6/7/2013). Dia akan memperebutkan titel juara dunia kelas ringan versi IBO melawan petinju asal Argentina, Daniel Eduardo 'Tatu' Brizuela.

    "Ya, saya kira, lebih baik membuktikan. Daripada banyak bicara tapi hasilnya tidak ada."

    Sudah dua pekan lamanya Daud Yordan berlatih di Perth, Australia. Petinju asal Indonesia itu mengaku persiapannya sudah oke dan tinggal menjaga kondisi sampai hari pertandingan.

    Daud direncanakan akan naik ring akhir pekan ini, Sabtu (6/7/2013). Dia akan memperebutkan titel juara dunia kelas ringan versi IBO melawan petinju asal Argentina, Daniel Eduardo 'Tatu' Brizuela.

    "Kita dapat berapa kemarin, ya? Mungkin sekitar enam kali sparring," kata Daud soal persiapannya ketika ditemui detikSport dan beberapa wartawan lainnya di Harry's Gym, Perth, Rabu (3/7).

    Petinju yang akrab disapa Cino itu baru saja turun dari ring, menyelesaikan sesi try-out bersama pelatih yang juga kakaknya sendiri, Damianus Yordan. Sesi itu tidak lama, hanya berlangsung sekitar 20 menit. Daud memang tidak lagi berkonsentrasi pada latihan berat, tapi hanya tinggal menjaga kondisi.

    "Sesi sparring-nya kemarin dibagi. Ada yang enam ronde, ada delapan ronde. Jadi, ya itu dilakukan untuk menambah sparring yang sudah saya lakukan di Kalimantan."

    "Menurut pelatih dan Pak Craig (Christian, pemilik Harry's Gym yang juga manajer Chris John), dalam pengamatan mereka, kondisi fisik saya baik.

    "Durasi latihan sendiri satu kali latihan dua jam-an. Tapi, sekarang sudah tidak dalam porsi latihan yang berat lagi. Hanya tinggal menjaga kondisi, menjaga refleks, terus membuat badan lebih rileks sampai menunggu hari pertandingan."

    Daud pun mengaku sudah mengenali gaya bertarung lawan. Sebelum ini, dia menyebut Brizuela sebagai petinju dengan teknik pukulan yang bagus sehingga dia tidak bakal setengah-setengah menghadapinya.

    "Tentunya saya dan pelatih sudah punya rencana apa yang harus kami lakukan di atas ring nanti. Kelebihannya, dia jelas petinju yang terbiasa bertarung di kelas ini. Sementara saya masih baru," kata Daud.


Top