Parceiros

Estatisticas do Site

PUBLICIDADE

Super Ofertas

Powered by Blogger.

Pedidos

    ,

    , ,

    Tahukah kalian, sebenarnya Sebelum "Ahay" booming saat ini, Hardimen Koto, salah satu komentator kawakan Indonesia, pernah mempopulerkan kata "Cap Jagung" saat menjadi komentator pertandingan persahabatan Persib Bandung vs Ulsan Hyundai 2007 silam. Kata Cap Jagung Keluar ketika Gol Salim Alaydrus bersarang ke gawang Ulsan Hyunday Melalui Solo Run nya...

    Lihat Videonya disini


    , ,

    Ada hal unik ketika menonton pertandingan bola antara Timnas indonesia vs Filipina tadi malam, Pembawa acara alias komentatornya Hadi Gunawan seakan menjadi perhatian publik layar kaca. Celetukan kata Ahay ketika mengomentari pertandingan Timnas seakan menjadi trend saat ini. Ahay mengalahkan Alay, Ciyus, Enelan dsb. Kata Ahay keluar ketika terjadi serangan oleh timnas kita yaitu ketika Greg menendang bola ke gawang lawan seketika komentator bilang #AHAY
    blablabla....... kemudian di lanjut ketika Patrick Wanggai mendang bola ke gawan lawang dan tendangannya pun hampir masuk tetapi membentur tiang gawang dan.... lagi komentator bilang #AHAY. Langsung liat cuplikan video di bawah ini


    , ,

    Sebagai pesepakbola dari Argentina sosok Diego Armando Maradona tentulah seorang panutan di atas lapangan, begitu juga yang dirasa Gonzalo Higuain sebagai punggawa anyar Napoli.

    Tiba dari Real Madrid dan kini bermain di klub yang pernah dibela Maradona untuk menggantikan Edinson Cavani, Higuain merasa keinginannya untuk meraih juara Serie A terinspirasi oleh legenda Argentina tersebut.
    Pasalnya Maradona membantu Napoli merebut Scudetto di 1987 dan 1990, terakhir kali I Partenopei menjadi juara dan jejak langkah itu yang ingin diulang oleh Higuain.

    “Terakhir kali Napoli juara ketika Maradona berada di sini dan sakami ingin memenangkannya kali ini, itulah rencananya. Rasanya akan sangat indah.”

    “Kota ini begitu memuja Maradona. Saya mendapat sambutan yang sama dari para pendukung begitu menginjakkan kaki di San Paolo, stadion yang legendaris,” kata Higuain dilansir FOX Sports Asia.

    , , ,

    Menyandang status sebagai pemain termahal sejagat tidak diraih Cristiano Ronaldo dengan mudah. Selain karena faktor selalu berlatih jauh lebih keras dibanding rekannya, bintang Real Madrid itu memiliki tips untuk menjaga performa agar selalu konsisten di lapangan.

    Dikutip HamroFootball, belum lama ini, Ronaldo dikenal menjauhi minuman beralkohol untuk bisa tetap bugar. Pilihan itu ditempuhnya lebih karena ingin berdamai dengan masa lalunya.

    Ayah Ronaldo, Jose Diniz Averio meninggal pada usia 52 tahun akibat terserang penyakit yang diakibatkan kegemarannya menenggak minuman keras. Kehilangan ayah yang dikenal gemar banting tulang karena berasal dari keluarga pas-pasan pada usia 20 tahun, membuatnya tidak ingin mengulang kesalahan bodoh ayahnya.

    Karena itu, CR7 menghindari minuman alkohol dengan alasan tidak ingin rasa traumatiknya terulang gara-gara ditinggalkan ayah tercintanya.

    Satu hal lain yang patut diteladani dari kapten timnas Portugal itu adalah keputusannya menghormati anugerah tubuh. Tidak seperti pesepak bola lain, Ronaldo malah tidak memiliki keinginan untuk  mentato apa pun di sekujur badannya. "Sehingga, dia dapat mendonorkan darahnya (untuk orang lain) dua kali setahun," demikian laporan itu.

    , ,

    Tito Vilanova sudah resmi mundur dari kursi pelatih Barcelona FC. Ia memilih untuk memfokuskan energinya demi penyembuhan penyakit yang dideritanya. Sebagai tanda perpisahan, Vilanova menulis surat terbuka. Berikut adalah isi surat terbuka Vilanova.


    Terima kasih Barcelona, terima kasih semuanya.

    Setelah lima tahun yang menakjubkan sebagai bagian tim yang bisa membuat semua mimpi jadi nyata, sudah tiba waktunya bagi saya untuk menghadapi perubahan agar bisa mencurahkan kekuatan dan energi saya untuk menjalani perawatan penyakit yang saya derita sejak 18 bulan lalu.

    Menurut pendapat para dokter, perawatan yang akan saya jalani tidak mengizinkan saya mencurahkan waktu dan tenaga saya untuk menjadi pelatih tim sekelas Barcelona. meski demikian, saya akan tetap dekat dan bekerja kepada klub yang saya cintai ini di area lain.

    Meninggalkan sekumpulan pemain yang begitu istimewa tidaklah mudah. Para pemain dan rekan-rekan saya yang telah menjalani banyak hal dan mendapatkan banyak pengalaman tak terlupakan. Saya akan selamanya berterima kasih kepada mereka atas apa yang telah mereka berikan dan tunjukkan kepada saya. Kualitas dan kepribadian tim ini bisa menghadapi semua tantangan dan saya yakin tantangan itu akan datang.

    Saya juga ingin berterima kasih kepada Presiden Barca, dewan direksi dan Direktur Olahraga Andoni Zubizarreta yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Yang paling penting tentu saja adalah dukungan mereka di sisi olahraga dan personal terhadap saya.

    Yang tak kalah penting juga adalah dukungan medis dan kemanusiaan yang saya terima dari dokter Ramon Canal dan tim dokternya yang selalu menjaga saya. Saya taju saya tidak berjuang sendirian. Saya adalah bagian dari klub yang akan membantu saya maju dalam proses panjang ini, seperti yang sudah mereka lakukan selama ini.

    Saya juga ingin berterima kasih kepada semua member dan fans Barca. Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya ucapkan terima kasih atas semua dukungan dan cinta yang telah kalian tunjukkan selama berbulan-bulan. Saya ingin kalian tahu bahwa saya tenang dan cukup kuat. Saya akan menjalani proses penyembuhan ini dengan rasa percaya diri. Semuanya akan baik-baik saja.

    Terima kasih juga kepada semua fans sepakbola, rekan-rekan seprofesi, berbagai klub, atlet dan semua orang, baik yang saya kenal atau tidak atas dukungan kalian kepada saya dan keluarga.

    Saat ini adalah momen yang sulit bagi siapa pun yang dekat dengan saya, karena itulah saya meminta pengertian dan respek dari media. Setelah saya tidak lagi menjabat sebagai pelatih Barca, saya berharap saya bisa mendapatkan ketenangan dan privasi yang penting dalam proses perawatan.

    Saya tak ingin mengakhiri surat ini tanpa ucapan semoga sukses kepada pelatih baru dari tim terbaik dunia.

    Terima kasih semuanya.

    Tito Vilanova.

    , , ,

    Dunia sepakbola tidak pernah lepas dari kisah konyol dan lucu, baik di dalam serta luar lapangan. Berikut ini adalah empat kisah terkonyol seperti dikutip dari Football365 dan Nupe.co.uk.

    1. Salah Bangku Cadangan

    Ron Atkinson (cokelat) salah duduk di bangku cadangan
    Kisah konyol itu menimpa manajer veteran Ron Atkinson. Pada 16 Januari 1999, Atkinson melakoni debut sebagai manajer Nottingham Forest saat menjamu Arsenal di The City Ground. Entah karena gugup dengan sorotan media atau lupa, Atkinson yang berjalan dari lorong stadion, kemudian duduk di bangku cadangan Arsenal tanpa melihat kiri-kanan dan fokus ke lapangan.

    Fans Forest yang berada di bangku cadangan Arsenal ramai-ramai berteriak "Salah arah". Namun, mantan manajer Manchester United itu tidak menggubrisnya. Atkinson baru sadar salah tempat duduk setelah melihat striker Arsenal ketika itu, Dennis Bergkamp, duduk di sampingnya. Dengan menahan rasa malu, Atkinson kemudian meninggalkan bangku cadangan Arsenal dan menuju tempat Forest. Mungkin Atkinson dalam hati mengatakan, "Sejak kapan kita membeli Bergkamp?". Forest pun kalah 0-1 di laga itu.

    2. Kontrak 2 Klub

    Luis Figo dan istri, Helen Svedin
    Luis Figo dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik di eranya. Pemain timnas Portugal itu sempat menjadi incaran sejumlah klub raksasa Eropa pada pertengahan 1990an setelah tampil impresif bersama Sporting Lisbon. Ketika itu Figo tertarik untuk bermain di Serie A. Bahkan Figo tidak hanya melakukan tanda tangan kontrak dengan satu klub Italia, melainkan dua klub.

    Ya, pada 1995, Figo membuat heboh sepakbola Italia setelah melakukan tanda tangan kontrak dengan dua klub sekaligus, yakni Juventus dan Parma. Alhasil Figo dilarang pindah ke Italia selama dua tahun. Figo kemudian bergabung dengan Barcelona. Meski begitu, Figo tetap memenuhi ambisinya bermain di Italia setelah memperkuat Inter Milan pada 2005 hingga 2009.

    3. Pemain "Palsu" MU

    Karl Power (paling kiri)
    Karl Power pantas dijuluki sebagai penyusup terbaik sepanjang sejarah. Pada 18 April 2001, Power membuat heboh seluruh Inggris setelah berhasil foto bersama tim Manchester United sebelum laga Liga Champions melawan Bayern Munich di Olympic Stadium. Mengenakan jersey putih-putih, Power yang merupakan warga Manchester, berhasil foto di samping Andy Cole.

    Semula, aksi konyol Power sempat diketahui Gary Neville. Mantan bek timnas Inggris itu menunjuk ke arah Power dan mengatakan, "Orang itu siapa?". Kontan seluruh pemain MU, seperti Fabian Barthez, Ryan Giggs, Dwight Yorke hingga Roy Keane, melihat ke arah Power. Namun, sesi pemotretan tetap berlangsung, dan Power pun menjadi pemain ke-12 The Red Devils.

    4. Wasit Mabuk

    Wasit Sergei Shmolik
    Adalah wasit asal Belarusia, Sergei Shmolik, yang melakukan tindakan konyol tersebut. Shmolik memimpin pertandingan Liga Belarusia antara Naftan melawan Vitebsk, Juli 2008, dalam kondisi mabuk. Anehnya, Shmolik tetap memimpin pertandingan yang berakhir imbang 1-1 itu hingga usai.

    Sepanjang laga, Shmolik hanya memimpin pertandingan di lingkaran tengah lapangan. Bahkan pria yang kini berusia 48 itu menolak untuk mengeluarkan kartu kuning ataupun merah saat terjadi pelanggaran. Usai laga, semua orang mengira Shmolik mengalami sakit punggung karena terus memegang bagian belakangnya. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, Shmolik ternyata berada di bawah pengaruh alkohol. Shmolik kemudian dicoret dari daftar wasit FIFA


Top